Belajar Seo

Memiliki skill SEO itu terhubung banyak peluang untuk meraih duit dari internet. Anda dapat mengembangkan bisnis yang sudah ada, membangun bisnis baru mengenai SEO (misalnya saja jasa SEO) atau dapat termasuk memakai ilmu SEO tersebut untuk membangun karir sebagai SEO Specialist hingga SEO Manager di sebuah perusahaan.


Yang seringkali menjadi pertanyaan: Apakah studi SEO itu mudah?


Sayangnya, aku mesti mengatakan TIDAK. Ya, itu sebuah realita yang mesti Anda terima. SEO itu rumit.


Saya teristimewa membutuhkan saat setidaknya 1 th. cuma untuk tahu basic SEO. Iya, baru hanyalah basic. Bahkan hingga hari ini aku masih konsisten studi dan memantau update algoritma Google.


Mengapa SEO itu rumit?


Jawabannya gara-gara tersedia banyak ranking Factors yang mesti Anda pelajari. Setidaknya saat ini terkandung tidak cukup lebih kurang lebih 200 ranking factors yang mesti Anda hafal di luar kepala.


Yang menjadikannya malah rumit, 200 ranking factors mesti pas penggunaannya gara-gara belum pasti semua dapat cocok bersama goals SEO Anda. Anda mesti cerdas didalam memilah, menentukan dan mengombinasikan hal apa saja yang andaikan cocok untuk proyek SEO Anda.


Belum lagi, Anda mesti termasuk mempelajari ‘halal-haram’ didalam dunia SEO. Jika tidak, maka website Anda dapat saja website Anda naik ranking-nya di bulan ini, tapi terkena penalti di bulan berikutnya. Sebuah hal yang tentu saja tidak mengidamkan Anda alami.


Tidak memadai hingga disitu, Anda termasuk dituntut aktif ikuti perkembangan mesin pencari (Google), baik perkembangan algoritma maupun perkembangan fitur baru.


Bagaimana? Sudah tersedia bayangan mengenai betapa rumitnya SEO?


Jika jawabannya sudah dan Anda masih bersikeras mengidamkan belajar, aku dapat bagikan pengalaman aku di dunia SEO sejak th. 2011 hingga sekarang.


Mari kita mulai!


Panduan Belajar SEO untuk Pemula (dari A hingga Z)

[toc]


Kenali Cara Kerja Mesin Pencari

Hal pertama yang mesti Anda pahami sebelum studi SEO lebih mendalam adalah mengetahui bagaimana cara kerja mesin pencari (Google). Singkatnya mesin pencari punyai tiga manfaat utama, yaitu sebagai berikut:


Mari kita bahas lebih mendalam.


1. Crawling

Crawling adalah keadaan dimana bot Google tengah jalan-jalan ke sebuah URL/website. Pada keadaan ini, bot Google dapat lakukan scanning sebuah laman website sesudah itu membuat ketentuan apakah dapat dilanjutkan ke sistem selanjutnya yaitu indexing.


2. Indexing

Indexing adalah sistem yang dijalankan sehabis sistem crawling berlangsung.


Konten yang di dapat saat sistem crawling nantinya dapat disimpan di database Google untuk sesudah itu di cek kurang lebih apa tujuan kata kunci yang cocok bersama laman website tersebut.


3. Ranking

Setelah sistem indexing berlangsung, Google dapat menghimpun data dan membandingkan ‘kekuatan’ website Anda bersama website lain yang punyai tujuan kata kunci yang sama.


Jika Anda masih tidak cukup tahu bersama penjelasan aku di atas, silahkan tonton video dari Google tersebut ini.


Kenali Faktor Penentu Ranking

Jika mengacu terhadap apa yang sudah aku sampaikan pada mulanya (pada bagian cara kerja mesin pencari), hal paling rumit terletak terhadap sistem ranking. Maka ini yang dapat menjadi pembahasan selanjutnya.


Pada sistem ranking ini, algoritma Google dapat bekerja mengukur ‘kekuatan’ sebuah website hingga terhadap akhirnya menentukan dapat menempatkan terhadap halaman dan kronologis ke berapa website tersebut di hasil pencarian. Dengan kata lain, tersedia parameter yang mesti terpenuhi agar sebuah website dianggap memadai kuat dan layak berada di halaman pertama hasil pencarian.


Saya tahu apa yang tersedia di asumsi Anda sekarang. Sepertinya Anda tengah berfikir “apa sih parameter yang mesti terpenuhi?”.


Oke, mari kita lanjut pembahasannya.


Secara garis besar sebenarnya SEO itu sebenarnya simple. Anda cuma mesti tahu perihal 2 hal mendasar, yakni:


Yang menjadi kasus SEO On-page dan Off-page itu cuma arti basic yang masih punyai cabang yang terlampau beragam.


Jika di analogikan, studi SEO On-page dan Off-page itu ibarat studi Matematika. Ilmu Matematika punyai cabang ilmu yang terlampau beragam, sebut saja sebagian diantaranya Aritmatika, Geometri, Aljabar, Kalkulus dan lain sebagainya. Dan untuk dapat dianggap pakar Matematika, Anda mesti menguasai semua cabang ilmu Matematika.


Pun bersama SEO On-page dan Off-page. Itulah mengapa sedari awal aku mengatakan bahwa SEO itu rumit. Tapi Anda tidak mesti khawatir, gara-gara aku dapat mengkaji ini lebih lanjut.


Belajar SEO On-page

Secara garis besar SEO On-page adalah sistem optimasi yang dijalankan untuk membuat susunan website cocok bersama apa yang di sudi oleh Google. Dengan kata lain urusan SEO On-page ini erat kaitannya bersama tahu output HTML (Hypertext Markup Language) dari sebuah laman website.


Jadi bagi Anda yang tahu perihal bahasa pemrograman basic (minimal HTML), Anda dapat terlampau enteng didalam tahu rancangan basic SEO On-page ini. Namun Anda yang awam bersama dunia pemrograman tidak mesti khawatir, Anda tetap dapat studi dan lakukan SEO bersama memakai CMS WordPress yang punyai banyak pilihan plugin SEO gratis.


Meskipun begitu aku tetap menyaranakan Anda untuk mengetahui dunia pemrograman basic, gara-gara nantinya ini dapat terlampau bermanfaat untuk Anda saat mulai masuk terhadap step SEO medium hingga expert.


Oke, mari kita lanjut pembahasan apa saja hal-hal mendasar yang mesti dipelajari soal SEO On-page ini.


1. Meta Title

Meta Title adalah judul yang nantinya ditampilkan di hasil pencarian.


Agar memenuhi syarat SEO Friendly, maka meta title mesti mengandung kata yang cocok bersama tujuan kata kunci yang nantinya dapat Anda bidik. Sebagai misal di blog teristimewa aku Airul.Blog yang tercantum terhadap gambar diatas.


* Target Keyword: Blueprint SEO

* Meta Title: Blueprint SEO: Cara Melakukan SEO dari A hingga Z


Selain meta title yang mesti mengandung tujuan keyword, mesti diperhatikan termasuk sebagian hal:


* Panjang meta title sebaiknya maksimal 60 karakter

* Isi meta title bersama kata-kata yang menarik untuk menaikkan CTR


2. Meta Description

Meta description ini termasuk fungsinya tidak jauh berbeda bersama meta title. Nantinya meta description dapat ditampilkan sama di bawah meta title (namun terhadap sebagian keadaan Google dapat menampilkan deskripsi dari potongan konten terkecuali dianggap lebih relevan bersama apa yang di cari oleh user).


Cara lakukan optimasi terhadap meta description termasuk sama bersama meta title. Anda sebaiknya membuat meta description yang mengandung tujuan keyword.


Hal lain yang yang mesti Anda menyimak mengenai meta description ini adalah:


* Panjang meta description sebaiknya maksimal 160 karakter

* Isi meta description bersama kata-kata menarik untuk menaikkan CTR


Selain kata-kata menarik, meta description termasuk dapat Anda tweak (untuk tujuan menaikkan CTR) bersama cara menambahkan emoji layaknya misal di bawah ini.


3. Canonical Link

Sejujurnya aku tidak dapat menemukan kata-kata yang terlampau enteng di cerna untuk mengatakan canonical link ini. Namun secara garis besar canonical link punyai manfaat untuk menghambat terjadinya duplicate content.


Salah satu misal misalnya:


* piwiq.com/belajar-seo

* piwiq.com/belajar-seo?gclid=ABCD


Secara gambaran, 2 laman website di atas sebenarnya sama, yang membedakan cuma tersedia imbuhan dibelakangnya.


Pada keadaan semacam ini, Anda mesti mengarahkan canonical ke URL asli agar tidak berjalan duplicate content index di Google.


4. Alt Image

Secara kasat mata alt image ini tidak dapat nampak oleh manusia, gara-gara sebenarnya tujuan dari pemanfaatan tag ini lebih dimaksudkan untuk bot Google.


Tidak berbeda jauh bersama meta title dan meta description, alt image ini termasuk sebaiknya di isikan cocok bersama tujuan kata kunci yang di bidik.


5. Internal Link

Internal link adalah sebuah tautan yang mengarah dari satu laman ke laman yang lain didalam satu website. Selain bermanfaat untuk mempermudah sistem crawling dan indexing, internal link termasuk dapat mendukung didalam hal menaikkan ranking.


Internal link sendiri sebaiknya dijalankan terhadap konten yang saling terkait, andaikan saja di Piwiq ini tersedia artikel “Cara Install Windows 10” yang lakukan internal link ke artikel “Cara Aktivasi Windows 10“.


Namun di sisi lain tidak tersedia larangan lakukan internal link menuju artikel yang tidak terkait, tapi secara power kebanyakan dapat berbeda.


6. Data Terstruktur

Di era SEO modern layaknya saat ini, data terstruktur punyai peran yang memadai mutlak didalam menaikkan ranking sebuah web. Google sendiri saat sudah mendukung banyak tipe data terstruktur yang dapat Anda pelajari di website formal Google.


Umumnya, manfaat pemanfaatan data terstruktur adalah untuk keperluan menampilkan rich snippets di hasil pencarian. Sebagai misal andaikan rating bintang terhadap halaman website bertipe produk:


7. Gunakan HTTPS

Sumber: HTTPS (hypertext transfer protocol secure) adalah protokol komunikasi didalam jaringan internet yang paling valid dan yang paling safe hingga saat ini. Google sendiri sudah mengonfirmasi bahwa HTTPS saat ini menjadi salah satu ranking factors.


Jadi alangkah baiknya Anda mulai perhitungkan pemanfaatan HTTPS di website Anda mulai dari sekarang.


8. Mobile Friendly

/ Per tanggal 1 Juli 2019, Google meluncurkan algoritma Mobile-first. Algoritma ini sendiri fokus terhadap konten versi seluler untuk sistem pengindeksan dan perlindungan peringkat.


Dengan begitu sebuah website mesti punyai tampilan versi mobile yang baik agar dapat bersaing di halaman pertama Google.


Anda dapat lakukan audit website Anda apakah sudah memenuhi syarat mobile friendly melalui: /test/mobile-friendly.


9. Pagespeed

Pada Juli 2018 yang lalu, Google formal menginformasikan bahwa pagespeed atau kecepatan muat suatu laman website menjadi salah satu ranking factors untuk mobile. Dan layaknya yang sudah dibahas sebelumnya, Google termasuk memakai algoritma mobile-first untuk sistem indexing dan ranking.


Itulah mengapa pagespeed menjadi salah satu hal yang mesti Anda menyimak saat lakukan optimasi sebuah website.


Untuk lakukan audit kecepatan website, Anda dapat memakai tools: /speed/pagespeed/insights/


Belajar Menulis Artikel SEO

Menulis artikel (yang SEO Friendly) terhadap dasarnya masuk didalam kategori SEO on-page. Namun di sini aku coba mengantarai pembahasan agar dapat membahasnya secara lebih detil.


Bagi aku pribadi, artikel SEO Friendly tidak begitu penting, hal ini gara-gara Human Friendly lebih mutlak ketimbang SEO Friendly di era SEO modern layaknya sekarang.


Namun meskipun begitu bukan bermakna kita mesti 100% meremehkan sebagian pedoman menulis secara SEO. Dan sebagian hal yang menurut aku masih dapat digunakan untuk acuan menulis adalah:


* Tulis artikel cocok bersama search intent

* Tulis artikel yang unik (bukan copy paste)

* Tulis tujuan Keyword di bagian awal artikel: Tidak mesti di awal kalimat, bahkan tidak mesti di paragraf pertama. Setidaknya meletakkan kata kunci di kurang lebih 20% awal artikel

* Gunakan kata kunci turunan untuk menjangkau lebih banyak kata kunci target

* Jangan terlampau sering ulangilah kata kunci (jika sebenarnya tidak diperlukan)


Belajar Konten Manajemen

Tahap selanjutnya yang mesti Anda pelajari adalah konten manajemen. Konten manajemen ini sendiri meliputi banyak hal, tidak cuma soal menulis artikel yang baik di mata Google, tapi termasuk menyajikan bersama estetika yang baik untuk pembaca.


Perlu di catat, sebelum lebih jauh. Disini aku memakai kata konten dibandingkan bersama artikel. Hal ini gara-gara konten punyai cakupan yang lebih luas. Artikel adalah bagian dari konten, tapi konten bukan cuma artikel. Gambar atau video termasuk merupakan konten.


Lantas apa saja yang menjadi poin mutlak didalam hal konten manajemen ini?


Sebenarnya Anda dapat mempelajarinya segera bersama menganalisa artikel ini sambil membaca. Secara garis besar, aku lakukan sebagian hal antara lain:


* Buat konten yang punyai added value dibandingkan kompetitor

* Gunakan heading tag (H2 dan H3) bersama rapi

* Gunakan table of content dan atur posisi peletakannya sebaik mungkin

* Tambahkan gambar dan video

* Dan lain sebagainya


Pada intinya, konten manajemen ini lebih fokus terhadap urusan penyajian konten agar menarik untuk di baca dari awal hingga akhir. Konten manajemen yang baik selain mendukung user betah berlama-lama di webite kita, termasuk dapat mendukung didalam hal meraih featured snippets (rank 0) layaknya terhadap gambar di bawah ini.


Belajar SEO Off-page

SEO Off-page erat kaitannya bersama link building (backlink). Jika Anda belum mengenal apa itu backlink, sederhananya backlink adalah link atau tautan dari satu website ke website lainnya.


Jadi agar ranking sebuah website naik di halaman pertama, website tersebut membutuhkan ‘referensi’ berbentuk tautan yang mengarah ke website tersebut.


Backlink sendiri dapat di bilang memadai tricky, di satu sisi Google memakai backlink sebagai salah satu parameter ranking, di sisi lain Google melarang ‘pembuatan’ backlink.


Bingung kan?


Ya terhadap dasarnya yang di sudi Google adalah sebuah website meraih backlink dari website lain, bukan membuat backlink sendiri. Namun terhadap prakteknya meraih backlink secara cuma-cuma dari website lain itu mesti effort yang lebih. Maka dari itu banyak praktisi SEO yang lebih menentukan jalan ‘membuat’ backlink sendiri.


Nah, bagi Anda yang barangkali mengidamkan menentukan jalan membuat backlink, saran paling baik yang relatif safe sumbernya berasal dari:


* Guest Post

* PBN (Private Blog Network)


Selain hal diatas, tersedia sebagian hal yang sebaiknya Anda hindarin mengenai backlink ini:


* Backlink memakai software

* Backlink memakai artikel copy paste untuk guest post, PBN, dsb

* Backlink yang diluar kontrol (tidak dapat menghapus)

* Dan backlink tipe spam lainnya


Beberapa arti mengenai backlink yang tidak dapat aku jelaskan tapi sebaiknya Anda pelajari adalah:


* Dofollow

* Nofollow

* Anchor Text

* Outbond Link


Anda dapat mempelajari istilah-istilah di atas dan juga arti lainnya bersama berselancar di Google.


Selain backlink, SEO Off-page termasuk dapat dijalankan melalui fasilitas sosial. Engagement dari fasilitas sosial dapat mendukung didalam menaikkan ranking sebuah website.


Yang menjadi pertanyaan: Bagaimana cara agar sosial signal ini bekerja bersama baik?


Pada dasarnya, social signal tidak menambahkan efek secara segera ke ranking di Google. Dan ini bukan aku aja yang ngomong, Neil Patel termasuk ngomong begitu.


Lantas kenapa aku ngomong social signal dapat berdampak ke SEO?


Jawabannya adalah gara-gara terdapatnya engagement dari pembaca terhadap artikel yang kita tulis.


Gambarannya tidak cukup lebih layaknya ini:


* Saya punyai banyak temen di Facebook yang bergelut di dunia SEO

* Artikel aku sharing di Facebook

* Mereka beramai-ramai membaca artikel yang aku share

* Konten aku menarik dan membuat mereka membaca hingga selesai

* Dwell time naik


Kalau kata Backlinko sih, Dwell Time ini masuk ke kategori User Experience Signals.


Jadi social signal tersedia rentetannya, tersedia semacam sebab-akibatnya. Hasilnya tahu dapat berbeda terkecuali kawan Facebook aku tidak tertarik bersama artikel yang aku share.


Rumit dipahami?


Sama, aku termasuk bingung merangkai kata untuk mengatakan perihal social signal ini.


Belajar Riset Keyword

Riset kata kunci atau kata kunci menjadi poin yang terlampau kritis didalam SEO. Salah didalam menetukan kata kunci dapat membuat effort yang Anda keluarkan didalam mengerjakan on-page & off-page menjadi percuma.


Masuk halaman pertama tapi tidak tersedia yang melacak kata kunci tersebut = tidak meraih trafik. Padahal tujuan utama lakukan SEO adalah untuk meraih trafik secara organik.


Beberapa poin mutlak mengenai riset keyword:


* Search Volume: Semakin tinggi search volume sebuah keyword, maka jadi besar pula potensi trafik yang dapat Anda dapat.

* Tingkat Kompetisi: Anda mesti perhitungkan dan mengukur kemapuan SEO Anda. Saran paling baik untuk Anda yang masih didalam sistem studi silahkan optimasi kata kunci bersama tingkat persaingan rendah.

* Keyword Turunan: Keyword turunan dapat menaikkan potensi trafik yang kita terima dari kata kunci utama.

* Search Intent: Analisa intensi dari kata kunci untuk nantinya digunakan sebagai bahan membuat konten.

* Keyword Cannibalism: Keyword cannibalism adalah keadaan dimana website Anda punyai banyak kata kunci yang sama. Selengkapnya dapat aku bahas terhadap bagian algoritma ‘diversity’.


Lantas, mesti memakai tools apa untuk lakukan riset keyword?


Ada banyak tools riset kata kunci yang dapat Anda gunakan, antara lain sebagai berikut:


1. Google Keyword Planner (harus mendaftar sebagai pengiklan)

2. Ubersuggest (tersedia versi gratis)

3. Ahrefs (berbayar)

4. Semrush (berbayar)


Daftarkan Web ke Search Console

Search console merupakan tools yang dihadirkan spesifik oleh Google untuk para webmaster. Fungsi utama tools ini adalah untuk memantau performa SEO website Anda.


Secara keseluruhan, search console bermanfaat untuk:


* Submit sitemap.xml (agar bot Google enteng lakukan crawling)

* Memantau kinerja website di hasil pencarian

* Audit kekeliruan SEO on-page

* Audit mutu backlink yang di dapat

* Dan banyak hal lainnya


Anda dapat memakai tools ini secara gratis bersama cara mendaftarkan website Anda di /search-console/about.


Kenali Algoritma Google

Memahami algoritma Google bersama baik dapat membuat Anda punyai rambu-rambu saat mengidamkan menerapkan siasat SEO. Untuk itu poin ini menjadi hal mutlak untuk Anda catat (jika malas mencatat, silahkan bookmark saja artikel ini agar nanti dapat dibaca ulang).


Mari kita lanjut.


Google terhadap dasarnya tetap lakukan update algoritma tiap tiap saat, konon kabarnya nyaris tiap tiap hari. Update algoritma Google sendiri terbagi menjadi 2 tipe: Minor dan Mayor.


Namun disini aku cuma dapat mengkaji perihal algoritma yang sifatnya core / mayor saja, gara-gara update minor kebanyakan cuma menambahkan kecil dari update mayor.


1. Panda: Algoritma untuk memberantas website bersama mutu konten yang buruk (copy paste, auto generate content, dan sejenisnya).

2. Penguin: Algoritma yang fokus memberantas website yang lakukan spamming backlink.

3. Hummingbird: Algoritma ini bertugas memfilter hasil pencarian agar cocok bersama intensi pencarian pengguna.

4. Mobilegeddon: Algoritma yang membuat website website bersama fitur responsive (mobile friendly) dapat meraih prioritas lebih dari Google.

5. E-A-T (Expertise, Authoritativeness, Trustworthiness): Algoritma yang mengharuskan sebuah website di niche spesifik mesti di kelola oleh ahlinya. Misalnya website kesehatan mesti dikelola oleh dokter atau instansi kesehatan.

6. Diversity: Algoritma ini punya tujuan memfilter hasil pencarian agar lebih beragam. Beragam didalam artian tidak cuma dikuasai oleh 1 website saja di halaman pertama. Jadi jangan berfikir bahwa Anda dapat meratakan halaman pertama (urutan 1 hingga 10) bersama 1 website yang sama.


Bait paling akhir dari saya: Tidak mulai Anda sudah membaca sejauh ini. Sebagai penulis aku tahu bahwa tersedia banyak hal mengenai SEO yang barangkali terlewatkan untuk aku bahas.


Hal ini gara-gara terlampau kemungkinannya sangat kecil bagi aku untuk mengkaji semua hal mengenai SEO cuma didalam 1 artikel ini saja. Jika andaikan tersedia pertanyaan yang mengidamkan Anda sampaikan, jangan curiga untuk menyampaikannya melalui kolom komentar di bawah. InsyaAllah dapat aku jawab di saat senggang saya.


Dapatkan berita dan artikel terbaru mengenai SEO dan Digital Marketing bersama cara ikuti mastahseo.com di Facebook, Twitter, dan Telegram.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Yuk Belajar Digital Marketing Dari Dasar Untuk Semua Bisnis

Tutorial Lengkap Facebook Ads Belajar Mulai Dari Nol Sampai Bisa

Yuk Kita Belajar Seo On